Cerpen Karangan: Jacqualine Bunga
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Dahulu kala, di negeri Mezara hidup seorang nenek sihir bernama Kezota. Kezota selalu menculik anak-anak di negeri Mezara. Anak yang bermain terlalu larut akan ditangkap dan dibawanya ke hutan untuk disihir menjadi patung. Kezota memang hanya memakan buah-buahan hutan dan konon, syarat untuk hidup abadi Kezota harus bisa menyihir anak berusia 5 sampai 10 tahun menjadi patung. Kezota berambisi untuk mendapat hidup abadi, itu artinya ia harus menyihir 100 orang anak menjadi 100 patung.
Seluruh orangtua di Negeri Mezara sudah resah, karena banyak anak-anak pada usia tersebut yang hilang. Walaupun sudah dicari sampai ke seluruh pelosok negeri, anak-anak yang hilang di negeri Mezara tak kunjung ditemukan. Setiap laki—laki dewasa selalu berjaga-jaga saat menjelang malam, sedangkan ibu-ibu hanya bisa menangis meratapi anaknya yang hilang. Seluruh negeri Mezara berduka dan ketakutan. Ketika menjelang malam sudah tidak ada seorang anak pun yang berani bermain di luar rumah.
Di sebuah rumah di tepi hutan, Zentoni berpikir keras. Zentoni baru berumur 10 tahun, namun ia dikenal sebagai anak yang pemberani. Zentoni juga resah, karena ia pun pasti akan menjadi target berikut jika kurang hati-hati.
“Tetapi jika ini dibiarkan, lama-lama seluruh anak di Negeri Mezara akan lenyap. Lalu apa yang dapat aku lakukan,” batin Zentoni.
Sambil menekur mencari akal, Zentoni akhirnya menemukan jawaban. Hm, aku punya ide. Semoga Dewa merestui.
Suatu pagi Zentoni pergi ke hutan melalui jalan yang diduga dilalui Kezota saat menculik ke negeri Mezara. Di sana Zentoni menggali lubang jebakan. Karena tubuhnya kecil, ia mengajak sahabatnya beberapa binatang liar di hutan untuk membantu mebuat jebakan tersebut. Jerapah membantu mematahkan cabang kayu yang kuat untuk dijadikan alat penggali. Kuda dan banteng membantu mengangkut kayu. Gajah dan monyet membantu mengikat tali jebakan. Sedangkan burung-burung kecil membantu menyebar biji randu di sepanjang jalan menuju jebakan. Yaap, akhirnya semua siap, tinggal waktunya beraksi.
Hari menjelang malam, Kezota keluar dari tempat persembunyiannya. Artinya pada hari itu akan ada korban lagi. Biasanya Kezota membawa umpan buah-buahan segar untuk membujuk anak-anak agar tertarik mendekatinya. Huh, dasar nenek sihir licik. Kezota hampir mendekati lubang jebakan. Zentoni dan sahabat-sahabatnya telah siaga. Ketika mendengar tapak kaki Kezota melintas, Zentoni memberi aba-aba, “Serbu…!”. Banteng menyeruduk dengan tanduk panjangnya. Wah, Kezota panik dan terjerembab. Tongkat sihirnya terlempar, dengan sigap ditangkap oleh belalai gajah. Kezota tergelincir sepanjang jalan karena telah disirami biji randu, dan “Buuumm…!” bunyi gaduh tanda ada yang jatuh ke dalam lubang. Kuda dan monyet segera menutup lubang dengan anyaman bambu yang sudah diikat ke pohon. Maka tertangkaplah Kezota yang jahat itu.
“Horeee… berhasil…!!” sorak Zentoni dan sahabat-sahabatnya. Kezota mengaduh kesakitan di dasar lubang. Sambil menitipkan Kezota, Zentoni pulang ke perkampungan menyampaikan peristiwa yang baru saja terjadi. Dengan dituntun nyala obor, laki-laki dewasa pergi bersama Zentoni ke tempat jebakan.
“Wah, hebat kamu Zentoni. Kamu anak yang cerdik dan pemberani. Karena jasamu, sekarang nenek sihir Kezota tertangkap!” puji orang-orang. Zentoni hanya tersipu.
“Ini karena bantuan sahabatku binatang-binatang liar!”, ucap Zentoni merendah sambil menepuk-nepuk punggung gajah. Binatang yang lain ikut senang karena sudah turut membantu. Kezota kemudian diarak ke hadapan raja negeri Mezara untuk diadili.
Keesokan pagi, Kezota diharuskan menunjukan jalan ke tempat persembunyiannya di tengah hutan, untuk mencabut sihirnya dari anak-anak yang telah dijadikan patung. Sesampainya di istana Kezota, wow… semua terpukau. Istana Kezota tersusun dari buahan-buahan. Rombongan yang sudah lelah dan kehausan langsung menyerbu buah-buahan segar untuk dimakan. Hmmm…. Nyam… nyam… nikmaaaaat… !!
“Eit, sudah… sudah.. ayo kita ke halaman belakang”, ajak Zentoni dengan gagah berani diikuti semua laki-laki dewasa. Wah, ternyata di sana sudah ada 99 patung anak. Berarti jika semalam ada seorang anak lagi yang tertangkap maka akan genap 100 patung anak dan si nenek sihir Kezota akan hidup abadi. Lalu bagaimana nasib negeri Mezara jika hal itu terjadi?
Zentoni mengangkat tongkat sihir Kezota dan membaca mantra, “Serota serota la noke, fakonara suuum…!” dan ke 99 patung anak hidup kembali. Semua orangtua dengan penuh kerinduan memeluk anaknya yang hilang dan bertangis-tangisan gembira.
Hari itu Zentoni dielu-elukan sebagai si anak pemberani. Negeri Mezara kembali tentram. Zentoni mendapat banyak hadiah dari raja. Kezota diarak ke negeri Mezara untuk dihukum seumur hidup di penjara gua.
soal
Buatlah teks tersebut menjadi teks drama!
Jawaban:
Zenton si anak pemberani3
cerpen karangan:jaqcualine bungga
katagori :cerpen anak ,cerpen fantasi (fiksi)
DERAMA :pada zaman dahulu di Negri mazara ,hiduplah seorang Nenek sihi bernama kezota,
NENEK:"hahahahah ,sekarang aku harus pergi mencari anak kecil yang sedang larut main ,dana aku akan menjadikan ia patung ,hahahah"
Kezota sebenarnya ingin menjadi orang yang kekal ,Namun dengan syarat ia harus menyihir anak²
yang berusia 5 sampai dengan 10 thun dan ia akan di sihir menjadi patung, dan Kanzota berambisi untuk mendapat hidup abadi yang berarti ia akan menyihir 100 anak menjadi 100 patung untuk mendapatkan hidup yang kekal.
Dinegri mazara sudah resah melihat anak² yang hilang ,
laki² laki dewasa selalu berjaga di malam hari ,sedangkan ibu menangis meratapi anak nya yang hilang
IBU:"pak ,,kemana anak kita pak ,,"sambil menagis deras
BAPAK:"ibu yang sabar ya,, bapak akan menjaga kalian dan akan mencari anak kita yang hilang"
Dan di sebuah tepi hutan ,zentoni sedang berpikir keras , karna ia anak yang masih berumur 10 tahun ,ia yakinn ia pasti akan di curi oleh Nenek kezota,
ZENTONI:"Heh,, jika ini di biarkan, seluruh anak di negri Mezara akan lenyap ,dan apa yang harus aku lakukan "
setelah berpikir lama zentoni pun mendapatkan ide .
Suatu pagi zentoni pergi ke hutan melalui jalan yang sering kezota lalui untuk menculik anak di Negri Mezara,
zentoni membuat jebakan .ia bersma sahabat sahabat nya taklain gajah ,kuda ,burung banteng ,dan monyet
ZENTONI :"yap semua sudah siap semoga ini berhasil"
pada malam hari kezota keluar dati persembunyian nya ,
dan saat ia mendekati lubang jebakan itu ,,,
ZENTONI:"serbu dia"
lalu sahabat² zentoni membuat kezota jatuh dan kepleset hingga jatuh di lubang jebakan zentoni ,
ZENTONI:"Hore berhasil"
lalu zentoni pergi ke perkampungan dan mengatakan berita bahwa zentona sudah masuk ke dalam lubang jebakan zentoni ,
ZENTONI:"penduduk desa aku sudah membuat nenek sihir itu menjadi kesakitan dan ia sekaeang ada di lobang jebakan ku "
BAPAK:"wau,, hebat kamu zentoni kamu emang anak yang berani dan cerdik"
WARGA :"yes,, sekarang penyihir kezota sudah tertangkap!",
lalu warga mengangkat kezota untuk pergi ke hadapn raja untuk di adili
lalu zentoni di ajak ke istana makan dan minum disana
lalu zentoni mengajak pemuda² pergi ke tempat persembunyian kezota .
PEMUDA:"wh di sana ada 99 patung berarti jika malam ini ia berhasil ini akan menjadi 100 patung "
lalu zentoni mengangkat tongkat sihir kezota lalu mengatakan "serota serota ia noke,fakonara summ,"
lalu seketika anak yang menjadi patung berubah menjadi manusia lagi ,dqn mereka hidup damai
MAAF KALAU SALAH
[answer.2.content]